he...........
he let me go.
finnally he let me go.
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................KACAU.......................................................................................................................................................................................................................................................AKU BAIK-BAIK SAJA...........................................................................................................................................................................................................KACAU SEKALI!!!...........................................................................................................................................................................YES, IM FINE...
..some words..
semua yang terlintas dan terpikir di imajinasi seorang tnt.. :)
Kamis, 09 Juni 2011
Selasa, 05 April 2011
unfriend
an unfriend outhere..
come with a million love..
if love can be counted.
first time i saw your eyes..
deeply, i can feel u've waited so long..
for a girl like me.
unconcious or not, i know i have such a strong feeling as u are..
but i try to deny it..
deny for something invisible..
an unfriend outhere..
i know u think of me now..
your love is strong as death..
come with a million love..
if love can be counted.
first time i saw your eyes..
deeply, i can feel u've waited so long..
for a girl like me.
unconcious or not, i know i have such a strong feeling as u are..
but i try to deny it..
deny for something invisible..
an unfriend outhere..
i know u think of me now..
your love is strong as death..
Kamis, 17 Februari 2011
Sajak-Sajak Patah
Jika gemuruh hujan mematahkan sinar mentari..
Jika layang tak melayang seindah angan-angan..
Jika burung berkicau dengan parau dalam kemarau..
Jika rindu hanya ada dalam angan semu..
Maka gambarkanlah semuanya..dalam sajak-sajak patah..
Jika waktu tergerus zaman, atau zaman tak terukir indah dalam waktu..
Jika harapan terpatahkan oleh takdir Tuhan..
Jika ambisi hanya sekedar mimpi-mimpi..
Maka lukiskanlah semua..
Dalam sajak-sajak patah..
Jika layang tak melayang seindah angan-angan..
Jika burung berkicau dengan parau dalam kemarau..
Jika rindu hanya ada dalam angan semu..
Maka gambarkanlah semuanya..dalam sajak-sajak patah..
Jika waktu tergerus zaman, atau zaman tak terukir indah dalam waktu..
Jika harapan terpatahkan oleh takdir Tuhan..
Jika ambisi hanya sekedar mimpi-mimpi..
Maka lukiskanlah semua..
Dalam sajak-sajak patah..
Kamis, 06 Januari 2011
semakin pekat malam, jalanan semakin riuh saja..
jika bukan karena deru motor bersahut-sahutan,
mungkin kepulan asap rokok di ujung jalan sana..
obrolan hangat diperbincangkan muda - mudi tanpa muara, tanpa dasar..
pekat malam saja telah ternodai dengan keramaian tak berujung..
tanpa sangsi sang mentari menjadi saksi beringasnya ibu kota..
hedonisme merajalela, kemiskinan tak dinyanya..
mata semakin rabun, hilang bersama larut malam dan debu beterbangan
akh.. mau jadi apa kota ini..
jika bukan karena deru motor bersahut-sahutan,
mungkin kepulan asap rokok di ujung jalan sana..
obrolan hangat diperbincangkan muda - mudi tanpa muara, tanpa dasar..
pekat malam saja telah ternodai dengan keramaian tak berujung..
tanpa sangsi sang mentari menjadi saksi beringasnya ibu kota..
hedonisme merajalela, kemiskinan tak dinyanya..
mata semakin rabun, hilang bersama larut malam dan debu beterbangan
akh.. mau jadi apa kota ini..
Senin, 20 Desember 2010
lost of short term memory
ini terjadi beberapa bulan belakangan.
dan kusadari sejak aku bekerja.
aku mengalami short term memory yang payah.
hal-hal yang seharusnya gampang untuk diingat,
pergi berlalu begitu saja.
jika ini hanya merugikan aku,
tentunya aku tidak perlu repot-repot mencari solusi,
toh aku sendiri yang rugi.
tapi jika karena STM ku merugikan orang lain,
terutama lingkup kerjaku,
itu baru gawat!
apalagi aku anak baru disini.
please..
adakah yang bisa membantu,
mengatasi masalah yang aku hadapi,
tentang short term memory ku yang payah ini..
:(
dan kusadari sejak aku bekerja.
aku mengalami short term memory yang payah.
hal-hal yang seharusnya gampang untuk diingat,
pergi berlalu begitu saja.
jika ini hanya merugikan aku,
tentunya aku tidak perlu repot-repot mencari solusi,
toh aku sendiri yang rugi.
tapi jika karena STM ku merugikan orang lain,
terutama lingkup kerjaku,
itu baru gawat!
apalagi aku anak baru disini.
please..
adakah yang bisa membantu,
mengatasi masalah yang aku hadapi,
tentang short term memory ku yang payah ini..
:(
Senin, 29 November 2010
dear..me..
dear...me..
dont waste ur time to blame ur self too much..
u have tried ur best..
give the best for the next.
n u should be exercise ur self..
:)
dont waste ur time to blame ur self too much..
u have tried ur best..
give the best for the next.
n u should be exercise ur self..
:)
Rabu, 17 November 2010
karena kasih sayang ibu..
Hampir semua orang yang mendapatkan kasih sayang seorang ibu setuju, bahwa ibu kitalah ibu yang terhebat, ibu kitalah orang yang paling kita sayangi didunia ini, dan ibu kitalah yang paling berperan dalam perjalanan hidup kita.
Tiba-tiba saya teringat ibu saya sendiri, setelah mendengar ceritanya tentang tetangga kami dikampung halaman. Ia bercerita bahwa tetangga kami kerapkali memukul anaknya sendiri dengan sedikit "sadis", sampai-sampai sang anak jatuh dan memohon ampun kepada ibunya. Pernah ibuku sampai-sampai harus memisahkan sang anak dari cengkraman kuat dan pukulan keras sang ibu ke pundak kecilnya.
Miris. Kata itu yang terlintas dipikiranku saat mendengar cerita itu. Amir, begitu nama panggilan si anak, harus merasakan penderitaan yang begitu dalam dari ibunya sendiri, ibu yang melahirkannya, ibu yang mengandungnya selama 9 bulan, ibu yang menyusui dan membesarkannya hingga menginjak umur 6 tahun. Namun, dari sang ibu pula ia harus merasakan traumatik fisik dan psikis yang entah kapan akan terobati, atau mungkin..tidak akan terobati hingga ia dewasa.
Namun, dengan segala penderitaan dan rasa sakit yang ia punya, Amir masih bisa tersenyum. Ia masih dapat tertawa pilu setelah menangis sambil menahan sakit akibat memar dipunggungnya. Ia dengan iklas membantu ibunya membersihkan rumah. Ia dengan senang hati menjadi "asisten" ayahnya saat bekerja di bengkel (ayahnya memiliki usaha bengkel sendiri). Ia bisa membantu ibuku membukakan pagar rumah saat ibuku pulang dari aktivitasnya di luar rumah. Ia masih bisa bercanda dengan adik dan teman-temannya walau ada kepedihan yang terpancar dari mata sayunya..
Beruntung,satu kata selanjutnya tak lama aku mendengar cerita itu. Cerita itu terngiang-ngiang ditelingaku, dalam lamunanku, bahkan hingga aku menulis cerita ini. Beruntung aku mempunyai ibu yang selalu menyayangiku, yang "dibungkus" dalam amarahnya, nasihatnya, larangannya, rasa kecewanya, tangisnya, bahkan dalam doanya.. Beruntung.. karena tidak pernah sedikitpun ibu memukulku, apalagi memukul secara "sadis" seperti yang terjadi pada tubuh mungil Amir. Beruntung.. karena ibu selalu mendukung setiap gerak langkahku dan tak henti mengingatkanku bila salah..
Jika Amir saja masih bisa tersenyum, bisa membantu orang-orang disekitarnya, bisa menghapus kepedihannya sendiri dengan semangat yang ia punya, dan masih bisa menyayangi ibunya dengan rasa tulus, mengapa kita tidak bisa? Mengapa kita kerapkali mengeluh jika ibu tidak menuruti kemauan kita.. Mengapa kita membuatnya menitikkan air mata dengan tingkah laku yang tidak ia restui. Mengapa kita membalas amarahnya dengan amarah yang lebih besar, padahal itu semua untuk kebaikan kita. Dan.. mengapa kita lupa untuk mendoakannya sedikit saja, dari doa-doa kita, padahal ia tak henti-hentinya mendoakan kita..
Cintailah ibu kita teman, cintailah dengan segenap rasa yang kita punya, setelah kita mencintai Allah dan Rasul-nya. Terimalah ia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikanlah pengorbanan demi cinta kita kepada ibu, walau pengorbanan itu tak tertandingi dengan pengorbanannya. Karena kasih sayang ibu.. tak akan tergantikan.
-tnt-
Tiba-tiba saya teringat ibu saya sendiri, setelah mendengar ceritanya tentang tetangga kami dikampung halaman. Ia bercerita bahwa tetangga kami kerapkali memukul anaknya sendiri dengan sedikit "sadis", sampai-sampai sang anak jatuh dan memohon ampun kepada ibunya. Pernah ibuku sampai-sampai harus memisahkan sang anak dari cengkraman kuat dan pukulan keras sang ibu ke pundak kecilnya.
Miris. Kata itu yang terlintas dipikiranku saat mendengar cerita itu. Amir, begitu nama panggilan si anak, harus merasakan penderitaan yang begitu dalam dari ibunya sendiri, ibu yang melahirkannya, ibu yang mengandungnya selama 9 bulan, ibu yang menyusui dan membesarkannya hingga menginjak umur 6 tahun. Namun, dari sang ibu pula ia harus merasakan traumatik fisik dan psikis yang entah kapan akan terobati, atau mungkin..tidak akan terobati hingga ia dewasa.
Namun, dengan segala penderitaan dan rasa sakit yang ia punya, Amir masih bisa tersenyum. Ia masih dapat tertawa pilu setelah menangis sambil menahan sakit akibat memar dipunggungnya. Ia dengan iklas membantu ibunya membersihkan rumah. Ia dengan senang hati menjadi "asisten" ayahnya saat bekerja di bengkel (ayahnya memiliki usaha bengkel sendiri). Ia bisa membantu ibuku membukakan pagar rumah saat ibuku pulang dari aktivitasnya di luar rumah. Ia masih bisa bercanda dengan adik dan teman-temannya walau ada kepedihan yang terpancar dari mata sayunya..
Beruntung,satu kata selanjutnya tak lama aku mendengar cerita itu. Cerita itu terngiang-ngiang ditelingaku, dalam lamunanku, bahkan hingga aku menulis cerita ini. Beruntung aku mempunyai ibu yang selalu menyayangiku, yang "dibungkus" dalam amarahnya, nasihatnya, larangannya, rasa kecewanya, tangisnya, bahkan dalam doanya.. Beruntung.. karena tidak pernah sedikitpun ibu memukulku, apalagi memukul secara "sadis" seperti yang terjadi pada tubuh mungil Amir. Beruntung.. karena ibu selalu mendukung setiap gerak langkahku dan tak henti mengingatkanku bila salah..
Jika Amir saja masih bisa tersenyum, bisa membantu orang-orang disekitarnya, bisa menghapus kepedihannya sendiri dengan semangat yang ia punya, dan masih bisa menyayangi ibunya dengan rasa tulus, mengapa kita tidak bisa? Mengapa kita kerapkali mengeluh jika ibu tidak menuruti kemauan kita.. Mengapa kita membuatnya menitikkan air mata dengan tingkah laku yang tidak ia restui. Mengapa kita membalas amarahnya dengan amarah yang lebih besar, padahal itu semua untuk kebaikan kita. Dan.. mengapa kita lupa untuk mendoakannya sedikit saja, dari doa-doa kita, padahal ia tak henti-hentinya mendoakan kita..
Cintailah ibu kita teman, cintailah dengan segenap rasa yang kita punya, setelah kita mencintai Allah dan Rasul-nya. Terimalah ia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Berikanlah pengorbanan demi cinta kita kepada ibu, walau pengorbanan itu tak tertandingi dengan pengorbanannya. Karena kasih sayang ibu.. tak akan tergantikan.
-tnt-
Sabtu, 06 November 2010
where..
Where will you go after me
Where will you go after I set you free
And I don't know you from a page in my book
Though I should
Though I should
Where will you go after I set you free
And I don't know you from a page in my book
Though I should
Though I should
Selasa, 02 November 2010
Senin, 01 November 2010
Minggu, 24 Oktober 2010
ikrar semu
sulit untuk mencari kata-kata..
ketika hilang inspirasi.
sulit untuk menelaah rasa..
ketika hati sedang tersakiti..
aku dan kamu..
pernah berikrar menjadi satu..
namun itu hanya ada dalam lamunanku..
berharap ini semua hanyalah semu..
ketika hilang inspirasi.
sulit untuk menelaah rasa..
ketika hati sedang tersakiti..
aku dan kamu..
pernah berikrar menjadi satu..
namun itu hanya ada dalam lamunanku..
berharap ini semua hanyalah semu..
Minggu, 19 September 2010
satu hal lagi yang saya percaya dan yakin, pada hari ini..
karena saya mengalaminya sendiri..
bahwa saya percaya pada kata mutiara/hadist atau apapun lah..
hal yang pernah saya dengar, namun belum bisa saya cerna selama ini..
bahwa..
"sebaik-baiknya muslim adalah ia yang mampu menjaga silahturahmi dengan saudaranya"..
thanx God..
U always give me guidance how to face the world.. and interpret every meaning of life..
karena saya mengalaminya sendiri..
bahwa saya percaya pada kata mutiara/hadist atau apapun lah..
hal yang pernah saya dengar, namun belum bisa saya cerna selama ini..
bahwa..
"sebaik-baiknya muslim adalah ia yang mampu menjaga silahturahmi dengan saudaranya"..
thanx God..
U always give me guidance how to face the world.. and interpret every meaning of life..
Selasa, 14 September 2010
cita cita yang hanya tinggal cita cita
pengalaman baru saya dapat sehabis solat dzuhur di mushola kantor.
setelah selesai mendengar ceramah ustadz siang itu, saya mengobrol dengan seorang teman, mbak tati namanya. selama ini kita hanya saling menyapa, karena saya dan mbak tati beda divisi. dari obrolan kurang lebih satu jam, ada hal sederhana yang bisa saya petik dari sebuah cita-cita.
berawal dari pertanyaan mbak tati tentang latar belakang pendidikan saya, dan dia pun menceritakan tentang latar belakang pendidikannya. mbak tati mengambil jurusan diploma tiga, sekretaris fisip UI angkatan 94 (kalau tidak salah). sebenarnya mbak tati ingin berniat mengambil desain grafis, karena ia sangat suka sekali menggambar, atau sastra inggris, karena ia merasa berbakat dalam bidang bahasa.
namun jalan hidup berkata lain. sang ayah tidak menyetujui keinginannya untuk mengambil kedua jurusan tersebut. "kamu pilih sekretaris saja.nyari kerjanya gampang, dimana-mana perusahaan membutuhkan sekretaris", kata sang ayah. mbak tati pun yang pada dasarnya adalah seorang anak yang penurut, mengikuti nasihat sang ayah. walau dengan berat hati, dan dengan sedikit susah juga, ia harus melalui perkuliahan demi perkuliahan di jurusan sekretaris, hingga pada akhirnyapun ia bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.
selepas dari pendidikan D3, ia masih menyimpan secercah harapan untuk memenuhi keinginannya akan kedua jurusan tersebut. "walaupun mungkin nggak nyambung sama jurusan d3 ku tan, tapi aku pengen banget suatu hari bisa nguasasin desain grafis, atau bisa mengajar anak-anak SD dengan kemampuan bahasa inggrisku" curhatnya kala itu. "memang mbak tati seneng sama anak-anak y?"tanyaku dengan rasa penasaran. "iya, tan. dunia anak itu menyenangkan. aku memang seneng bahasa inggris, tapi mengajarkan ilmu dasar bahasa inggris dengan anak kecil itu lebih menyenangkan, seperti kita menanamkan dunia baru dalam benak mereka." jawabnya dengan penuh semangat.
namun, lagi-lagi iya harus menahan keinginannya. selepas dari lulus d3, iya bekerja di sebuah perusahaan swasta, sembari melamar pekerjaan di pemerintahan/ BUMN. sampai akhirnya, iya diterima di kantor tempat kami bekerja sekarang. di kantor inilah, Tuhan mempertemukan mbak tati dengan jodohnya yang menjadi suaminya sekarang.
ada semburat harapan yang begitu terlihat jelas dari wajah mbak tati kala itu. sebuah harapan yang pada akhirnya memaksa mbak tati untuk memendam keinginan itu dalam waktu lama, entah kapan akan terwujud. "Aku sadar, Tan, mungkin orang-orang terdekatku belum mengizinkan keinginanku, cita-citaku. Karena, buatku, restu mereka adalah restu dari Allah yang dititipkan melalui mereka. Namun, aku percaya, suatu hari Allah akan memberikan kesempatan untukku mewujudkan semuanya, karena aku yakin aku mampu, bukan hanya sekedar cita-cita yang hanya tinggal cita-cita", ungkapnya dengan penuh harapan. Aku terhenyuh mendengar kata-kata yang diucapkan dengan tulus dari mulut mbak tati. "Semoga saja, Allah mengabulkan permintaannya, sehingga suatu hari ia akan berkata: cita-cita yang BUKAN hanya sekedar cita-cita..
setelah selesai mendengar ceramah ustadz siang itu, saya mengobrol dengan seorang teman, mbak tati namanya. selama ini kita hanya saling menyapa, karena saya dan mbak tati beda divisi. dari obrolan kurang lebih satu jam, ada hal sederhana yang bisa saya petik dari sebuah cita-cita.
berawal dari pertanyaan mbak tati tentang latar belakang pendidikan saya, dan dia pun menceritakan tentang latar belakang pendidikannya. mbak tati mengambil jurusan diploma tiga, sekretaris fisip UI angkatan 94 (kalau tidak salah). sebenarnya mbak tati ingin berniat mengambil desain grafis, karena ia sangat suka sekali menggambar, atau sastra inggris, karena ia merasa berbakat dalam bidang bahasa.
namun jalan hidup berkata lain. sang ayah tidak menyetujui keinginannya untuk mengambil kedua jurusan tersebut. "kamu pilih sekretaris saja.nyari kerjanya gampang, dimana-mana perusahaan membutuhkan sekretaris", kata sang ayah. mbak tati pun yang pada dasarnya adalah seorang anak yang penurut, mengikuti nasihat sang ayah. walau dengan berat hati, dan dengan sedikit susah juga, ia harus melalui perkuliahan demi perkuliahan di jurusan sekretaris, hingga pada akhirnyapun ia bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.
selepas dari pendidikan D3, ia masih menyimpan secercah harapan untuk memenuhi keinginannya akan kedua jurusan tersebut. "walaupun mungkin nggak nyambung sama jurusan d3 ku tan, tapi aku pengen banget suatu hari bisa nguasasin desain grafis, atau bisa mengajar anak-anak SD dengan kemampuan bahasa inggrisku" curhatnya kala itu. "memang mbak tati seneng sama anak-anak y?"tanyaku dengan rasa penasaran. "iya, tan. dunia anak itu menyenangkan. aku memang seneng bahasa inggris, tapi mengajarkan ilmu dasar bahasa inggris dengan anak kecil itu lebih menyenangkan, seperti kita menanamkan dunia baru dalam benak mereka." jawabnya dengan penuh semangat.
namun, lagi-lagi iya harus menahan keinginannya. selepas dari lulus d3, iya bekerja di sebuah perusahaan swasta, sembari melamar pekerjaan di pemerintahan/ BUMN. sampai akhirnya, iya diterima di kantor tempat kami bekerja sekarang. di kantor inilah, Tuhan mempertemukan mbak tati dengan jodohnya yang menjadi suaminya sekarang.
ada semburat harapan yang begitu terlihat jelas dari wajah mbak tati kala itu. sebuah harapan yang pada akhirnya memaksa mbak tati untuk memendam keinginan itu dalam waktu lama, entah kapan akan terwujud. "Aku sadar, Tan, mungkin orang-orang terdekatku belum mengizinkan keinginanku, cita-citaku. Karena, buatku, restu mereka adalah restu dari Allah yang dititipkan melalui mereka. Namun, aku percaya, suatu hari Allah akan memberikan kesempatan untukku mewujudkan semuanya, karena aku yakin aku mampu, bukan hanya sekedar cita-cita yang hanya tinggal cita-cita", ungkapnya dengan penuh harapan. Aku terhenyuh mendengar kata-kata yang diucapkan dengan tulus dari mulut mbak tati. "Semoga saja, Allah mengabulkan permintaannya, sehingga suatu hari ia akan berkata: cita-cita yang BUKAN hanya sekedar cita-cita..
Rabu, 08 September 2010
let me
let me purify myself..
if i was wrong..
let me stay away..
if it can fix what i've done..
let me say sorry..
if it can ease ur hurt..
if i was wrong..
let me stay away..
if it can fix what i've done..
let me say sorry..
if it can ease ur hurt..
sakit.
sakit.
rasa itu datang lagi.
mencoba untuk iklas.
tp hingga detik inipun tersakiti.
cuma kesabaran yang aku punya.
kesabaran untuk menghadapi rasa sakit yang pasti pulih..
rasa itu datang lagi.
mencoba untuk iklas.
tp hingga detik inipun tersakiti.
cuma kesabaran yang aku punya.
kesabaran untuk menghadapi rasa sakit yang pasti pulih..
Kamis, 02 September 2010
dear..september.. :)
jadikan bulan ini bulan terbaikku..
saat umat muslim merayakan hari kemenangannya..
jadikan bulan ini bulan terbaikku..
saat Allah kembali menghadiahkan umur baru..
seperti Allah memberikan nyawa atas raga 23 tahun yang lalu..
jadikan bulan ini awalan doa-doaku..
saat bulan-bulan lalu hamba jauh dari Pencipta
jadikan bulan ini semangat hari-hariku..
untuk terus dan terus lebih baik lagi..
dear..september.. :)
saat umat muslim merayakan hari kemenangannya..
jadikan bulan ini bulan terbaikku..
saat Allah kembali menghadiahkan umur baru..
seperti Allah memberikan nyawa atas raga 23 tahun yang lalu..
jadikan bulan ini awalan doa-doaku..
saat bulan-bulan lalu hamba jauh dari Pencipta
jadikan bulan ini semangat hari-hariku..
untuk terus dan terus lebih baik lagi..
dear..september.. :)
Selasa, 17 Agustus 2010
semua butuh proses
pertanyaan-pertanyaan yang beberapa belakangan menghampiri benak gw..
mungkin juga dialami banyak wanita lainnya..
pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang juga..
mengenai tahap hidup..
dan pada dasarnya..
semua orang penasaran dengan apa yang akan terjadi di depannya..
dan lagi-lagi jawabannya adalah SEMUA BUTUH PROSES
proses yang sekarang adalah langkah satu untuk proses selanjutnya..
termasuk tulisan ini..
proses untuk memutuskan bahwa gw ga boleh berhenti sampai disini..
mungkin juga dialami banyak wanita lainnya..
pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang juga..
mengenai tahap hidup..
dan pada dasarnya..
semua orang penasaran dengan apa yang akan terjadi di depannya..
dan lagi-lagi jawabannya adalah SEMUA BUTUH PROSES
proses yang sekarang adalah langkah satu untuk proses selanjutnya..
termasuk tulisan ini..
proses untuk memutuskan bahwa gw ga boleh berhenti sampai disini..
Senin, 16 Agustus 2010
..and..
and finally i've found my self not in the mood..
up and down like electric voltage..
and finally i dont know who i miss is,,
the one i know he will not hurt me anymore..
please god.. give it slowly but surely..
the one i need and i want to..
fiuuh..
up and down like electric voltage..
and finally i dont know who i miss is,,
the one i know he will not hurt me anymore..
please god.. give it slowly but surely..
the one i need and i want to..
fiuuh..
Minggu, 15 Agustus 2010
ubah saja lagunya!
Well it kind of hurts when the kind of words I write..
Kind of turn themselves into knives..
And don’t mind my nerve you can call it fiction..
‘Cause I like being submerged in my contradictions dear..
‘Cause here we are, here we are..
(hah!! setressssssssssssssssssssss!!!!)
Kind of turn themselves into knives..
And don’t mind my nerve you can call it fiction..
‘Cause I like being submerged in my contradictions dear..
‘Cause here we are, here we are..
(hah!! setressssssssssssssssssssss!!!!)
Langganan:
Postingan (Atom)